jadwal lengkap piala dunia 2010 Optimisme tinggi menyambut Brazil sebagai kontestan Piala Dunia yang pertama kali menginjakkan kakinya ke Afrika Selatan. Padahal, kedatangan mereka didahului cukup banyak kontroversi. Mulai dari penetapan 23 pemain utama yang
‘kepagian’ sampai keputusan berani Carlos Dunga ‘membuang’ Ronaldinho, Adriano dan Alexandre Pato. Tapi sang legenda Bebeto merasa persoalan itu terlalu ‘sepele’ untuk tim juara seperti Brazil.
“Timnya Dunga saat ini sulit ditaklukkan, baik di dalam maupun di luar. Mereka juara Piala Konfederasi, teratas di Amerika Latin dan lolos dari kualifikasi tanpa masalah berarti. Jadi, dari sisi mana kita bisa mengkritik tim seperti ini? Tim ini haus kemenangan sepanjang waktu,” ulas pahlawan Brazil di Piala Dunia 1994 kepada reuters, kemarin.
Bicara tentang kontroversi pemilihan pemain, Bebeto minta semua pihak menghormati keputusan Dunga. Namun, lain cerita kalau dirinya saat ini berada di posisi Dunga.
“Jika sekarang saya berwenang, pemain seperti Ronaldinho dan Pato terlalu berharga untuk ditinggalkan,” kata pemain yang terkenal dengan selebrasi gol ‘timang bayi’ itu.
Lantas, apa reaksi yang tepat ketika publik kecewa karena pemain kesayangan mereka tidak masuk pilihan Dunga? Bebeto menjawab.
“Hal terpenting di Brazil adalah menang dan itu menjadi tradisi. Jelas kritikan mereka jadi pemompa semangat dan semua kritik itu akan hilang saat timnya Dunga kelak menuai kemenangan.”
“Tapi semua ini bicara soal sepakbola. Di Brazil semua orang berpikir mereka bisa menjadi dan melebihi pelatih. Tapi Dunga telah berupaya keras dan apresiasi harus diberikan atas pencapaiannya sejauh ini,” lanjutnya.
Menurut tandem serasinya Romario Faria itu, Brazil akan menghadapi Spanyol sebagai lawan tersulit di Piala Dunia. Juara Eropa 2008 itu dinilainya pantas difavoritkan karena memainkan gaya satu-dua sentuhan. Padahal, gaya mirip ‘Samba’ itu belakangan mulai hilang dari identitas Selecao. Apalagi Dunga lebih menyukai efektivitas ketimbang main cantik.
“Katakanlah Jogo Bonito (bermain indah) kami ‘dicuri’ Spanyol. Tapi ya, Spanyol adalah tim yang kuat. Kualitas pemain mereka merata,” cetusnya,
Namun Bebeto mengingatkan, Spanyol belum masuk tim yang punya tradisi kuat di ajang Piala Dunia. “Mereka hebat tapi baru ‘nyaris’. Kalian tidak boleh menyepelekan Brazil, Jerman, Italia, dan Jerman. Tim pemegang tradisi Piala Dunia dan mereka sekarang kuat,” tutup Bebeto.
‘kepagian’ sampai keputusan berani Carlos Dunga ‘membuang’ Ronaldinho, Adriano dan Alexandre Pato. Tapi sang legenda Bebeto merasa persoalan itu terlalu ‘sepele’ untuk tim juara seperti Brazil.
“Timnya Dunga saat ini sulit ditaklukkan, baik di dalam maupun di luar. Mereka juara Piala Konfederasi, teratas di Amerika Latin dan lolos dari kualifikasi tanpa masalah berarti. Jadi, dari sisi mana kita bisa mengkritik tim seperti ini? Tim ini haus kemenangan sepanjang waktu,” ulas pahlawan Brazil di Piala Dunia 1994 kepada reuters, kemarin.
Bicara tentang kontroversi pemilihan pemain, Bebeto minta semua pihak menghormati keputusan Dunga. Namun, lain cerita kalau dirinya saat ini berada di posisi Dunga.
“Jika sekarang saya berwenang, pemain seperti Ronaldinho dan Pato terlalu berharga untuk ditinggalkan,” kata pemain yang terkenal dengan selebrasi gol ‘timang bayi’ itu.
Lantas, apa reaksi yang tepat ketika publik kecewa karena pemain kesayangan mereka tidak masuk pilihan Dunga? Bebeto menjawab.
“Hal terpenting di Brazil adalah menang dan itu menjadi tradisi. Jelas kritikan mereka jadi pemompa semangat dan semua kritik itu akan hilang saat timnya Dunga kelak menuai kemenangan.”
“Tapi semua ini bicara soal sepakbola. Di Brazil semua orang berpikir mereka bisa menjadi dan melebihi pelatih. Tapi Dunga telah berupaya keras dan apresiasi harus diberikan atas pencapaiannya sejauh ini,” lanjutnya.
Menurut tandem serasinya Romario Faria itu, Brazil akan menghadapi Spanyol sebagai lawan tersulit di Piala Dunia. Juara Eropa 2008 itu dinilainya pantas difavoritkan karena memainkan gaya satu-dua sentuhan. Padahal, gaya mirip ‘Samba’ itu belakangan mulai hilang dari identitas Selecao. Apalagi Dunga lebih menyukai efektivitas ketimbang main cantik.
“Katakanlah Jogo Bonito (bermain indah) kami ‘dicuri’ Spanyol. Tapi ya, Spanyol adalah tim yang kuat. Kualitas pemain mereka merata,” cetusnya,
Namun Bebeto mengingatkan, Spanyol belum masuk tim yang punya tradisi kuat di ajang Piala Dunia. “Mereka hebat tapi baru ‘nyaris’. Kalian tidak boleh menyepelekan Brazil, Jerman, Italia, dan Jerman. Tim pemegang tradisi Piala Dunia dan mereka sekarang kuat,” tutup Bebeto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar