Contoh Pidato BISHKEK (KR) - Ketua partai oposisi di Parlemen Kirgizstan Roza Otunbayeva menjadi presiden interim negara di Asia Tengah itu, demikian Associated Press, Kamis (8/4). Sementara Presiden Kurmanbek Bakiyev dilaporkan lari ke Osh, kota terbesar kedua di Kirgizstan.
Contoh Pemimpin oposisi Temir Sariyev mengatakan PM Daniyar Usenov telah mengundurkan diri, sedangkan Mendagri Moldomusa Kongatiyev dilaporkan tewas di Talas, sedangkan Wakil Mendagri Akylbek Zhaparov ditangkap. Oposisi mengambil alih kekuasaan setelah terjadi bentrokan antara polisi dengan 5.000 demonstran pendukung oposisi.
Dalam insiden itu polisi bukan hanya menggunakan gas air mata dan peluru karet, melainkan juga peluru tajam dan Rocket Propelled Grenade (RPG) sehingga menewaskan banyak demonstran. Kerusuhan jadi tidak terkendali dan menurut jubir oposisi, Omurbek Tekebayev jumlah korban yang tewas mencapai 100 orang lebih. Demonstran kemudian melakukan penjarahan, termasuk menjarah rumah Presiden Bakiyev.
“Perubahan besar terjadi terhadap kita. Otoritas kini di tangan rakyat dan di sejumlah tempat dilakukan dengan senjata. Kami meminta saudara tidak terprovokasi dan tidak menjarah properti warga sipil,” demikian pidato Roza Otunbayeva.
PM Usenov menuduh Rusia mendalangi kerusuhan ini. Hal ini didasarkan pengakuan tokoh oposisi Temir Sariyev saat diinterogasi. Kubu Bakiyev juga menengarai ada pertemuan antara Putin dengan tokoh oposisi sebelum perlawanan pecah di Kirgizstan.
Tuduhan ini dibantah Putin yang sedang berada di Smolenks. Sementara Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan perlawanan ini merupakan masalah internal Kirgizstan, namun dilihat dari kerasnya perlawanan oposisi, tampak bahwa rakyat Kirgizstan marah pada rezim Bakiyev.
Pasca kerusuhan, tokoh oposisi Keneshbek Duishebayev tampak menguasai National Security Agency, pengganti KGB di Kirgizstan. Negara berpenduduk mayoritas Muslim dan kaya minyak ini menjadi rebutan antara AS dan Rusia. Kedua negara sama-sama memiliki pangkalan militer di Kirgizstan.
Moskow membujuk Bishkek agar berhenti menyewakan Pangkalan Militer Manas kepada Washington dengan memberikan bantuan 2 miliar dolar AS pada tahun 2009. Bakiyev kemudian meminta AS keluar dari Kirgizstan. Belakangan melalui perundingan yang alot, akhirnya AS boleh memakai Manas.
Syaratnya, sewa pangkalan militer dinaikkan dari 17 menjadi 60 juta dolar AS per tahun. AS juga menyediakan dana 37 juta dolar untuk membangun hangar pesawat, 30 juta dolar untuk sistem navigasi baru dan 51,5 juta dolar dana bantuan bagi Kirgizstan untuk memerangi narkotika dan terorisme.
Aksi protes melawan Bakiyev sudah muncul sejak 24 Maret 2010. Aksi dipicu keputusan pemerintah menaikkan tarif listrik sampai 200 persen. (AP/Pra)-o
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar