Piala Dunia 2010 Samuel Eto’o boleh bermimpi Kamerun jadi yang terbaik di Afsel. Namun tim dinamit Denmark siap “meledakkan” mimpi itu jadi hancur berkeping-keping. Tragis memang. Tapi begitulah jalannya even akbar, pada akhirnya hanya ada satu pemenang sejati. Kamerun pun masuki tahapan kritis.
Piala Dunia Samuel Eto’o memiliki impian besar mengantar Kamerun melenggang menjadi juara dunia 2010, terutama saat turnamen akbar Piala Dunia dilangsungkan di Afsel. Tapi jangan keburu girang dulu, karena lawan-lawan yang dihadapi bukan anak kemarin sore.
“Tahun ini menjadi kali pertama Piala Dunia dimainkan di Afrika. Dan meski pun akan sulit, ada harapan bagi kami untuk memenanginya,” kata Eto’o dikutip Football Italia.
Bomber asal Inter Milan itu percaya mimpinya bisa menjadi kenyataan. Dia beralasan, di bawah asuhan Paul Le Guen, materi pemain Kamerun cukup mumpuni karena memiliki bekal kematangan bermain di Liga Eropa.
“Saya pribadi akan sangat senang jika bisa mengangkat tropi Piala Dunia di Johannesburg sebagai perwakilan dari benua kami,” tandasnya.
Sekali lagi, bermimpi boleh-boleh saja. Apalagi sebagai protagonista tim yang dijuluki Indomitable Lion (singa perkasa), Eto’o wajar melakukan berbagai cara untuk memompa semangat rekan-rekannya.
Kamerun sejatinya bukan tergolong tim kejutan di Piala Dunia. Lima kali sudah Kamerun mencicipi turnamen paling panas sedunia itu. Tapi namanya nasib. Mereka selalu tersingkir di putaran pertama, kecuali di Piala Dunia 1990 Italia. Bagaimanapun, mereka selalu melahirkan kejutan-kejutan, baik yang menggembirakan maupun yang memalukan.
Pada Piala Dunia 1998 Prancis, mereka tersingkir setelah hanya menghuni dasar klasemen Grup E dengan dua poin, hasil kekalahan 0-3 dari Italia dan dua hasil imbang lawan Austria dan Cile. Pada Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, Kamerun tersingkir setelah hanya membukukan empat poin hasil sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar